Rabu, 24 April 2013

Faktor – Faktor Pendorong dan Penghambat dalam Pembangunan Kesehatan


KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim ,  puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia NYA kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR ini. Makalah ini berisikan tentang faktor – faktor pendorong dan penghambat dalam pembangunan kesehatan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan , oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak khususnya dosen kami Ibu Eka Maya Saputri, SST yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Dan kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita .
Amin


                                                                                                                  Penulis,

                                                                                                           KELOMPOK 4





i
 
                                                                                     
DAFTAR ISI



Halaman Judul
Kata Pengantar ....................................................................................................... i
Daftar Isi .................................................................................................................. ii

I.                   Pendahuluan .......................................................................................... 1

II.                Pembahasan ........................................................................................... 2

III.             Penutup .................................................................................................. 4

Daftar Pustaka























ii
 
 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Faktor-faktor pendorong dan penghambat dalam Pembangunan kesehatan adalah pembangunan yang berwawasan kesehatan. Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat, Bangsa dan Negara Indonesia, yang ditandai penduduknya siap hidup dalam lingkungan dan perilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Republik Indonesia.
Pelayanan kesehatan primer diperkirakan dapat menurunkan Angka Kematian Ibu sampai 20%, namun dengan sistem rujukan yang efektif, angka kematian dapat ditekan sampai 80%. Menurut UNICEF 80% kematian ibu terjadi di Rumah Sakit Rujukan. Walaupun kualitas pelayanan kesehatan, khususnya palayanan maternal dipengaruhi oleh banyak faktor, namun kemampuan tenaga kesehatan (bidan, dokter, dokter spesialis) merupakan salah satu faktor utama.
1.2.Tujuan Penulisan
  • Mengidentifikasi factor – factor pendorong dan penghambat dalam pembangunan kesehatan
1.3. Manfaat Penulisan
  • Mengetahui factor – factor pendorong dan penghambat dalam pembangunan kesehatan.


1
 
 

BAB II
PEMBAHASAN
FAKTOR-FAKTOR PENDORONG DAN PENGHAMBAT DALAM PEMBANGUNAN KESEHATAN
Pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional yang diupayakan oleh pemerintah, pemba­ngunan kesehatan  merupakan proses untuk melakukan perubahan dalam bidang kesehatan atau dapat juga diartikan sebagai “Suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan per­ubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah dalam bidang kesehatan, menuju modernitas dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan bangsa. Sedangkan Ginanjar Kartasas­mita (1994) memberikan pengertian yang lebih sederhana, yaitu sebagai “suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana dalam bidang kesehatan.
Faktor Pendorong dan Penghambat Pembangunan kesehatan
1.       Disparitas Status Kesehatan
Disparitas adalah perbedaan jarak ; adanya upah yang diterima oleh para pekerja pabrik itu. Menghalangi pemiliknya untuk mendapatkan hak kesehatan yang layak. , masyarakat, media massa, politikus bahkan insan kesehatan masih memandang hak kesehatan hanya pada hak untuk memperoleh pelayanan kuratif di rumah sakit dan puskesmas . Meskipun secara nasional kualitas kesehatan masyarakat telah meningkat namun disparitas antar tingkat sosial ekonomi dan antar wilayah masih cukup tinggi. Selama ini kesehatan dianggap sebagai barang yang mahal, kesehatan di Indonesia hanya untuk kalangan berpunya ‘orang miskin dilarang sakit’ . Tragis, mengingat kekayaan Indonesia yang begitu tetapi tidak ada pertanggung jawaban tentang keberadaan SDA tersebut.
2.      Beban Ganda Penyakit
2
 
Bagi masyarakat Indonesia khususnya, penyakit memiliki beban ganda,yang pertama adalah rasa sakit yang diderita dan yang kedua masalah uang yang cukup banyak. Untuk mengatasi masalah penyakit yang dideritanya. Hal ini memberikan dampak negative pada pasien yang bersangkutan, karena keterbatasan dana, mereka mendapatkan keterbatasan pelayanan kesehatan.
3.      Kinerja Pelayanan yang Rendah
Kinerja kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan penduduk. Rendahnya kualitas pelayanan kesehatan yang ditandai dengan masih di bawah standarnya kualitas pelayanan sebagian rumah sakit daerah serta keterbatasan tenaga kesehatan juga menjadi tantangan yang harus segera di atas. Hingga saat ini jumlah dan distribusi dokter, bidan serta perawat belum merata dimana disparitas rasio dokter umum per 100.000 penduduk antar wilayah masih tinggi. Indonesia mengalami kekurangan pada hampir semua tenaga kesehatan yang diperlukan
4.       Perilaku Masyarakat yang Kurang Mendukung Hidup Bersih
Dewasa ini sikap masyarakat Indonesia juga sama buruknya dengan sistem yang mengatur kesehatan. Sungai di Jakarta kini mengalami perubahan fungsi, fungsi sungai bukan lagi menjadi tata perairan kota tapi tempat sampah umum. Belum lagi ada masyarakat yang MCK di sungai, begitu pula di sebagian wilayah pedesaan Indonesia kesadaraan akan pentingnya kesehatan belum kita temukan di masyarakat kita.
5.      Rendahnya Kondisi Kesehatan Lingkungan
Rendahnya pembangunan ekonomi yang belum merata adalah biang keladi pokok masalah ini . Hal tersebut menimbulkan kesenjangan soasial baik papan, sandang dan pangan. Pertanyaan mengapa kesehatan lebih banyak dialamai oleh orang tak berpunya ? Mungkin jawabannya adalah karena lingkungan tempat tinggal yang buruk.
Kesehatan Indonesia berada pada kondisi yang saat buruk, pembangunan kesehatan di Indonesia, dapat dilihat dari berbagai penghambat serta langkah pendorong untuk mengatasinya . Minimnya pelayan kesehatan, dan rendahnya pelayanan kesehatan adalah salah satu penghambat pembangunan kesehatan . Adat kebiasaan masyarakat, serta keadaan ekonomi dan pendidikan turut ikut andil dalam hal ini.
3
 
Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia, social, budaya, perilaku, populasi penduduk , genetika, dan sebagainya.
BAB III
PENUTUP

3.1.   Kesimpulan
  • Pemba­ngunan kesehatan  merupakan proses untuk melakukan perubahan dalam bidang kesehatan. Atau dapat juga diartikan sebagai “Suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan per­ubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah dalam bidang kesehatan, menuju modernitas dalam rangka meningkatkan kwalitas kesehatan bangsa.
  • Faktor Pendorong dan Penghambat Pembangunan kesehatan
1.        Disparitas Status Kesehatan
2.        Beban Ganda Penyakit
3.         Kinerja Pelayanan yang Rendah
4.         Perilaku Masyarakat yang Kurang Mendukung Hidup Bersih
 Rendahnya Kondisi Kesehatan Lingkungan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar