Rabu, 24 April 2013

ISBD BIDAN


1.     Defenisi kebudayaan
·         Menurut Edward b Taylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan – kemampuan lain yang di dapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
·         Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
·         Ki hajar dewantara, kebudayaan berarti buah budi manusia, hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
·         Robert H Lowie, Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal atau informal.
·         Keesing, Kebudayaan adalah totalitas pengetahuan manusia, pengalaman yang terakumulasi dan yang ditransmisikan secara social.
·         Rafael Raga Maran, Kebudayaan adalah cara khas manusia beradaptasi dengan lingkungannya, yakni cara manusia membangun alam guna memenuhi keinginan-keinginan serta tujuan hidupnya, yang dilihat sebagai proses humanisasi.
·         R. Linton, Kebudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku dan hasil laku, yang unsur-unsur pembentukannya didukung serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu.
·         Melville J. Herskovits, Kebudayaan adalah “ Man made part of the environment “ (bagian dari lingkungan manusia).
·         Dawson, Kebudayaan adalah cara hidup bersama (culture is common way of life).
·         J.V.H. Deryvendak, Kebudayaan adalah kumpulan dari cetusan jiwa manusia sebagai yang beraneka ragam berlaku dalam suatu masyarakat tertentu.
·         Sultan Takdir Alisyahbana, Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.
·         Dr. Moh. Hatta, Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.
·         Mangunsarkoro, Kebudayaan adalah segala yang bersifat hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas-luasnya.
·         Drs. Sidi Gazalba, Kebudayaan adalah cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu waktu.
·         Selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi, Kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

2.     Defenisi keluarga
·         Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan, emosian dan individu yang mempunyai peran masing – masing yang merupakan bagian dari keluarga (friedman, 1998).
·         Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya (suprajitno, 2004).

3.     Faktor – faktor membentuk sebuah keluarga
·         Paradigma pasangan tentang keluarga
Paradigma adalah cara pandang, cara bersikap terhadap satu hal. Jadi, dari awal masing – masing individu baik suami maupun istri harus memperjelas paradigma pribadinya tentang sebuah keluarga. Hal inilah yang akan menentukan kecocokan dalam keluarga.
·         Kompetensi dan partisipasi anggota keluarga
Kompetensi dan partisipasi masing – masing anggota keluarga sangatlah penting, harus ada keseimbangan yang baik antar suami, istri dan anak – anak dalam masalah kompetensi dan partisipasi untuk membangun keluarga. Suami mencari nafkah, istri mengurus rumah keluarga dan anak membantu orang tua. Apabila terjadi ketidak seimbangan dalam kompetensi dan partisipasi tentu keluarga tidak seimbang pula.
·         Aktifitas anggota keluarga
Aktifitas anggota keluarga berpengaruh terhadap anggota itu sendiri, masing – masing anggota harus menjalankan aktifitasnya secara seimbang dan teratur jangan memetingkan sesuatu hal sehingga mengorbankan hal lain yang sebetulnya lebih penting. Jalankan aktifitas yang memang menjadi prioritas dalam membangun keluarga.

4.     Defenisi kelompok sosial
Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang saling memiliki hubungan dan saling berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya rasa kebersamaan dan rasa memiliki.
Menurut (Macionis, 1989:174)  Kelompok sosial didefenisikan sebagai dua atau lebih orang yang memiliki suatu identitas bersama dan yang berinteraksi secara regular.

5.     Ciri – ciri kelompok sosial
·         Terdapat dorongan atau motif yang sama antar individu satu dengan yang lain dalam mencapai tujuan yang sama.
·         Terdapat akibat – akibat interaksi yang berlainan terhadap individu satu dengan yang lain berdasarkan rasa dan kecakapan yang berbeda – beda antara individu yang terlibat didalamnya.
·         Adanya penegasan dan pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan terdiri dari peranan – peranan dan kedudukan masing – masing.
·         Adanya peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota kelompok untuk mencapai tujuan yang ada.
·         Berlangsung suatu kepentingan.
·         Adanya pergerakan yang dinamik.

6.     Bentuk interaksi sosial beserta contoh
·         Beriteraksi, anggota – anggota harus berinteraksi satu sama lain.
·         Interdependen, apa yang terjadi pada seorang anggota mempengaruhi perilaku anggota lain.
·         Stabil, hubungan tidak adanya waktu yang berarti (bisa minggu, bulan dan tahun)
·         Tujuan yang di bagi, tujuan kelompok bersifat umum bagi semua anggota.
·         Struktur, fungsi tiap anggota harus memiliki beberapa macam struktur sehingga memiliki peran.
·         Persepsi, anggota harus merasakan diri mereka sebagai bagian dari kelompok.

7.     Macam – macam interaksi sosial
·         Imitasi (peniruan), Imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.
·         Sugesti, sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan/sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain.
·         Identifikasi, kecenderungan/keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain.
·         Proses simpati, suatu proses di mana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Faktor utamanya perasaan utk memahami orang/pihak lain.


8.     Syarat – syarat interaksi sosial
·         Kontak sosial, adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial dan masing – masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik.
·         Komunikasi, artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain, yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perassaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar